Menurutnya, capaian program tersebut telah mendekati 60 persen dan perlu terus ditingkatkan oleh seluruh puskesmas di Kabupaten Sumedang.
Namun demikian, ia menekankan bahwa yang lebih penting bukan sekadar pencapaian angka pemeriksaan kesehatan, melainkan tindak lanjut dari hasil pemeriksaan tersebut.
Baca Juga:
Kemenkes Temukan Satu dari Empat Remaja Alami Anemia dalam Program CKG Sekolah
"Setelah dilakukan cek kesehatan gratis, harus ada pemetaan penyakit yang dominan di setiap wilayah. Dengan demikian, langkah promotif dan preventif dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran," katanya.
Tuti menjelaskan bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit yang membutuhkan perhatian serius karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.
Oleh sebab itu, edukasi kesehatan, perubahan pola hidup sehat, dan upaya pencegahan harus menjadi gerakan bersama sebagaimana penanganan stunting yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga:
Kemenkes Tetapkan Pangkep sebagai Role Model Cek Kesehatan Gratis di Wilayah Kepulauan
"Diabetes tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Semua harus bergandengan tangan, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, puskesmas, rumah sakit, organisasi profesi, hingga masyarakat. Persadia memiliki peran strategis untuk menyatukan seluruh kekuatan tersebut," ungkapnya.
Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Sumedang yang telah berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Menurutnya, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumedang pada sektor kesehatan yang terus meningkat merupakan hasil kerja bersama seluruh insan kesehatan.