“Bapak Ibu adalah penjaga benteng akhlak di tengah gempuran informasi. Guru Ma’arif juga merupakan penerus perjuangan para ulama serta investasi peradaban bagi masa depan Sumedang,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa di era kecerdasan buatan (AI), peran guru tetap tidak tergantikan, terutama dalam memberikan kasih sayang, keteladanan, dan penguatan nilai sosial serta silaturahmi.
Baca Juga:
Dari Sumedang untuk Indonesia: Wabup Tegaskan Pendidikan Bermutu sebagai Kunci Masa Depan
“AI bisa menjawab pertanyaan apa pun, tapi tidak bisa menggantikan cinta, adab, dan keteladanan dalam pendidikan,” tambahnya.
Ma’arif Memiliki Potensi Besar
Sementara itu, Asda Pemkesra Dr. Dian Sukmara menyampaikan apresiasi terhadap peran LP Ma’arif NU dalam dunia pendidikan. Menurutnya, Ma’arif memiliki potensi besar karena berakar kuat di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka OSN, O2SN, FLS3N, dan FTBI 2026 di Stadion Ahmad Yani
“Jika LP Ma’arif mampu mensinergikan kultur masyarakat dengan profesionalisme guru yang berintegritas, maka Ma’arif akan menjadi lembaga pendidikan yang istimewa di Kabupaten Sumedang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa LP Ma’arif memiliki karakter yang khas dan berbeda, serta siap untuk terus bergerak maju dan berkembang.
Pembinaan pendidik kali ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Suherman, Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dengan mengusung tema “Mendidik Dengan Cinta: Menjadi Guru Yang Tak Hanya Mengajar Isi Buku, Tapi Mengukir Karakter di Dalam Kalbu.”