Ia menjelaskan, sampah organik diolah menjadi kompos dan dimanfaatkan untuk budidaya maggot. Selanjutnya maggot dijadikan pakan ikan yang dipelihara di saluran air kawasan PPS.
"Ini menjadi contoh ekonomi sirkular yang sangat baik. Prof. Hwang sangat mengapresiasi bagaimana pengelolaan sampah di PPS mampu menghasilkan manfaat yang berkelanjutan sekaligus mendukung lingkungan yang bersih dan asri," ungkapnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Beri Motivasi Finalis Mojang Jajaka 2026: Jadilah Role Model yang Menginspirasi
Selain itu, Wuddan menegaskan fasilitas olahraga di kawasan PPS terbuka bagi masyarakat, tidak hanya untuk ASN.
"Silakan masyarakat memanfaatkan fasilitas olahraga di PPS. Hanya saja untuk lapangan mini soccer dan bola voli saat ini masih dalam tahap pemeliharaan. Insya Allah mulai Agustus nanti, bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, fasilitas tersebut sudah bisa digunakan. Bahkan akan digelar turnamen bola voli dan mini soccer yang melibatkan peserta dari 26 kecamatan dengan semangat 'Sumedang Membumi, Sukses dan Sehat'," jelasnya.
Pada sesi diskusi, Prof. Hwang juga memberikan pembekalan kepada ASN muda mengenai pentingnya tata kelola pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Baca Juga:
Program PKW Platinum 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta di Sumedang Terima Bantuan Usaha dan Legalitas Berwirausaha
"Intinya, ASN harus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Mudah-mudahan ilmu yang disampaikan Prof. Hwang dapat diterapkan oleh ASN muda di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin prima," tambah Wuddan.
Sementara itu, dalam paparannya, Dr. JunSeok Ioseph Hwang menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh perubahan pola pikir masyarakat.
Ia mencontohkan berbagai program bantuan pemerintah yang terkadang tidak menghasilkan perubahan jangka panjang karena masyarakat belum memiliki pemahaman mengenai tujuan pembangunan itu sendiri.