"Permasalahan utamanya bukan pada uang atau bantuan yang diberikan, tetapi pada bagaimana membangun pola pikir agar masyarakat mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Prof. Hwang, generasi muda memiliki peran strategis dalam membangun kota karena merekalah yang akan tinggal dan menikmati hasil pembangunan di masa depan.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Beri Motivasi Finalis Mojang Jajaka 2026: Jadilah Role Model yang Menginspirasi
"Kaum muda, baik aparatur pemerintah, pelajar, mahasiswa maupun pemimpin muda di masyarakat, memiliki motivasi terbesar untuk membangun kotanya sendiri. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya infrastrukturnya, tetapi juga cara berpikir dan semangat untuk terus berinovasi," katanya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan pembangunan kota modern harus mengedepankan edukasi, kolaborasi, serta pertukaran gagasan, bukan semata-mata bantuan finansial.
Prof. Hwang juga mengapresiasi kepemimpinan Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam membangun kota yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Program PKW Platinum 2026 Resmi Ditutup, 25 Peserta di Sumedang Terima Bantuan Usaha dan Legalitas Berwirausaha
"Saya merasa terhormat dapat bekerja sama dengan Bupati Dony Ahmad Munir. Setiap kota menghadapi tantangan yang sama, seperti kemacetan dan polusi. Namun, solusi dimulai dari perubahan cara berpikir masyarakat. Mobilitas yang baik dimulai dari budaya berjalan kaki, menciptakan ruang publik yang nyaman, serta membangun kota yang ramah bagi warganya," ungkapnya.
Melalui kegiatan Sharing Session ini, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap pengalaman dan praktik terbaik dari Korea Selatan dapat menjadi inspirasi bagi ASN muda dan generasi muda Sumedang untuk mempercepat transformasi digital, memperkuat inovasi pelayanan publik, serta mewujudkan Sumedang sebagai daerah yang semakin maju, modern, dan berdaya saing.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]