WAHANANEWS, Sumedang – Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Direktorat Kursus dan Pelatihan untuk jenis keterampilan Pastry, Bakery, dan Street Food resmi ditutup di Gedung Sumedang Creative Centre, Kabupaten Sumedang, Rabu (15/7/2026).
Program yang diselenggarakan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan Lembaga Pendidikan Komputer Manajemen Actual (LPKMA) Kabupaten Sumedang ini diikuti sebanyak 25 peserta yang telah menyelesaikan pelatihan selama 350 jam pelajaran (JPL) atau sekitar 44 hari.
Baca Juga:
Sonia Sugian: DPRD Sumedang Terima Aspirasi Forum Masyarakat Peduli Terkait Usulan Perda Pencegahan Penyimpangan Seksual
Kegiatan penutupan dihadiri secara daring melalui Zoom oleh Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Dr. Yaya Sutarya, serta dihadiri langsung oleh Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir, jajaran Dinas Pendidikan, Disnakertrans, Dinas Kesehatan, DPMPTSP, anggota DPRD Kabupaten Sumedang, Kepala Lapas Kelas IIB Sumedang, pelaku UMKM, orang tua peserta, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Ketua Penyelenggara Program PKW sekaligus Direktur LPKMA Kabupaten Sumedang, Hj. Eti Rusmiati, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program hingga selesai sesuai target.
"Hari ini merupakan penutupan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum Tahun 2026. Alhamdulillah pelatihan selama 350 jam atau 44 hari telah selesai dilaksanakan dengan baik," ujarnya.
Baca Juga:
Seleksi ASN Berprestasi Kabupaten Sumedang 2026 Masuki Tahap Akhir, Gali Potensi dan Cetak Kader Pembangunan Daerah
Menurut Hj. Eti, pada akhir program seluruh peserta tidak hanya menerima sertifikat pelatihan, tetapi juga mendapatkan dukungan lengkap untuk memulai usaha.
"Bantuan yang diberikan meliputi peralatan usaha seperti kompor, oven, mixer, loyang, peralatan produksi, bahan-bahan pembuatan kue, serta legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat pelatihan, sertifikat penjamah makanan siap saji, hingga pendampingan usaha," jelasnya.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menjadi wirausahawan yang mandiri, memiliki mental yang kuat, menjaga integritas, dan mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dr. H. Dony Ahmad Munir mengapresiasi Kemendikdasmen yang telah mempercayakan Kabupaten Sumedang sebagai penerima Program PKW Platinum.
Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumedang, ia menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen atas dukungan program yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong lahirnya wirausaha baru di daerah.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada LPKMA yang dinilai sebagai salah satu lembaga kursus legendaris di Sumedang yang mampu bertahan dan terus berkembang hingga saat ini.
Menurutnya, keberhasilan LPKMA tidak terlepas dari enam faktor utama, yakni terus meningkatkan pengetahuan, memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan, membangun jaringan yang luas, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, terus mencetak prestasi, serta menjaga integritas.
"Integritas adalah modal utama. Ketika kepercayaan sudah dimiliki, maka kepercayaan itu harus dijaga. Reputasi dibangun dalam waktu lama, tetapi bisa rusak hanya karena satu kesalahan," tegasnya.
Kepada para peserta, Bupati berpesan agar memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti pelatihan sebagai bekal membangun usaha yang sukses.
Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Dr. Yaya Sutarya, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang dan LPKMA yang dinilai berhasil melaksanakan program sesuai ketentuan.
Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Sumedang saat ini terdapat tujuh lembaga kursus yang menjalankan program profesional pemerintah, terdiri atas Program Pendidikan Kecakapan Kerja (PKK) dan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW), dengan total sekitar 155 peserta serta dukungan anggaran sekitar Rp899 juta.
"LPKMA dipercaya menjalankan Program PKW karena memiliki rekam jejak yang baik. Tidak banyak lembaga kursus yang memperoleh kesempatan mengakses program PKW Platinum karena proses seleksinya sangat ketat," katanya.
Dr. Yaya menegaskan bahwa setelah pelatihan selesai, lembaga penyelenggara harus tetap melakukan pendampingan kepada alumni agar usaha yang dirintis dapat berkembang.
Menurutnya, keterlibatan perbankan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan para alumni PKW.
Ia juga menjelaskan berbagai kebijakan terbaru Kemendikdasmen dalam penguatan pendidikan nonformal, di antaranya evaluasi kinerja LKP oleh pemerintah daerah, percepatan akreditasi lembaga, kemudahan penyelenggaraan uji kompetensi, hingga penguatan program peningkatan kompetensi untuk mendukung dunia kerja dan kewirausahaan.
Selain itu, pemerintah juga terus mendorong lulusan pendidikan formal maupun nonformal agar memiliki daya saing, baik untuk berwirausaha maupun bekerja di dalam dan luar negeri.
"Kami berharap dari Sumedang lahir pengusaha-pengusaha baru yang sukses. Kalau nanti ada alumni PKW yang mampu membuka dua atau tiga cabang usaha, kami akan undang ke Jakarta untuk diberikan penghargaan dan tambahan modal usaha," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan sejumlah penyerahan simbolis, di antaranya Piagam Penghargaan kepada mitra kerja dari Direktur LPKMA kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, penyerahan alat dan bahan rintisan usaha kepada peserta Program PKW, penyerahan sertifikat pelatihan PKW, Nomor Induk Berusaha (NIB), serta sertifikat penjamah makanan siap saji kepada seluruh peserta.
Melalui Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum Tahun 2026 ini diharapkan para lulusan tidak hanya memiliki keterampilan di bidang pastry, bakery, dan street food, tetapi juga mampu membangun usaha secara mandiri, membuka lapangan pekerjaan baru, serta berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumedang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]