WAHANANEWS.CO, Sumedang - Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar kegiatan Rembug Sumedang dalam rangka “Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Sumedang Tahun 2025” yang berlangsung di ruang depan Gedung Negara Sumedang, Jumat (20/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan ucapan menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah kepada masyarakat.
Baca Juga:
Dinsos Sumedang Jelaskan Penonaktifan Peserta PBI Berdasarkan Desil
“Saya haturkan kepada yang Muslim, selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekhilafan kami, terutama karena kami belum maksimal dan masih jauh dari sempurna dalam menyelenggarakan pemerintahan, melaksanakan pembangunan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga mendoakan agar seluruh masyarakat diberikan kekuatan lahir dan batin, kesehatan, serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
Ia berharap puasa yang dijalankan dapat diterima Allah SWT dan menjadikan semua sebagai insan yang bertakwa.
Baca Juga:
Komisi II DPRD Sumedang Lakukan Pengawasan ke PT Gudang Mas Bersama di Ujungjaya
“Sebagaimana tujuan puasa, agar kita menjadi orang yang bertakwa. Taqwa bukan hanya diucapkan, tetapi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” katanya.
Pada kesempatan itu, Bupati menyampaikan rasa syukur karena genap satu tahun dirinya bersama Wakil Bupati memimpin Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang.
“Alhamdulillah, kami masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengelola Kabupaten Sumedang yang kita cintai ini,” ucapnya.
Atas nama Pemerintah Daerah, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kerja keras, kerja sama, dan partisipasi dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelaksanaan pembangunan di Sumedang.
Menurutnya, masukan, kritik, dan saran dari masyarakat menjadi energi positif bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kinerja, bekerja lebih keras, serta lebih berhati-hati dalam melaksanakan pembangunan.
“Masukan dan kritik itu sangat penting. Itu menjadi bahan evaluasi agar kami terus meningkatkan kinerja dan pelayanan,” tuturnya.
Dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya, Bupati mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dan keterbatasan.
Ia menyebutkan masih adanya masyarakat miskin, kasus stunting pada anak, angka pengangguran, ruas jalan yang belum diperbaiki, hingga lingkungan yang belum terpelihara optimal.
“Selama satu tahun ini tentu ada yang berhasil, ada yang belum berhasil, bahkan ada yang tidak berhasil. Banyak kekurangan dan keterbatasan kami,” ungkapnya.
Meski demikian, melalui forum refleksi tersebut, pemerintah daerah memaparkan berbagai capaian yang telah diraih selama satu tahun terakhir sebagai bahan evaluasi dan perspektif untuk langkah ke depan.
“Refleksi ini menjadi momen untuk bercermin, mengevaluasi kinerja, dan menentukan langkah serta rencana aksi ke depan. Untuk membangun Sumedang, dibutuhkan sinergitas semua pihak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa dijalankan pemerintah sendiri. Diperlukan keterpaduan dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media agar pembangunan Kabupaten Sumedang berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]