"Saya anak petani. Waktu kecil, enam bersaudara tinggal dalam rumah yang sangat sederhana. Saat musim hujan, atap rumah sering bocor dan kami harus menampung air hujan agar kasur tidak basah. Pengalaman itu membuat saya memahami betul bahwa rumah yang layak sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, kesehatan, dan masa depan anak-anak," tuturnya.
Menurut Ujang, rumah yang nyaman akan memberikan lingkungan yang lebih baik bagi tumbuh kembang anak, termasuk dalam proses belajar dan pembentukan karakter.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Terima Magang Pemerintahan Pratama Angkatan XXXVI di Lapang PPS
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, menyambut baik pelaksanaan sosialisasi Program Tiga Juta Rumah yang melibatkan DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.
"Alhamdulillah hari ini Kabupaten Sumedang menjadi lokasi pelaksanaan sosialisasi Program Tiga Juta Rumah. Kehadiran DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian PKP merupakan hal yang sangat strategis bagi percepatan pelaksanaan program ini di Kabupaten Sumedang," ujarnya.
Tuti menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pembebasan biaya PBG serta percepatan proses penerbitannya.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Serahkan Simbolis Bantuan 130 Paket Sembako dari PT Taspen Bandung
"Kami telah mengeluarkan kebijakan bahwa PBG untuk masyarakat berpenghasilan rendah dikenakan biaya nol rupiah. Selain itu, proses penerbitannya dipercepat dengan target maksimal tiga jam. Kebijakan ini bahkan telah diresmikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri PKP, dan Kabupaten Sumedang menjadi salah satu daerah terdepan dalam penerapan layanan tersebut," jelasnya.
Menurut Tuti, Kabupaten Sumedang saat ini memperoleh alokasi sekitar 521 unit rumah dalam program tersebut dan proses pembangunannya telah mulai berjalan.
"Kami akan terus melakukan akselerasi agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat. Selain itu, kami juga mengusulkan penanganan kawasan kumuh, khususnya di wilayah Jatinangor dan Cimanggung, sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," pungkasnya.