Ia menekankan pentingnya regenerasi pembatik, terlebih batik Indonesia telah diakui sebagai warisan budaya takbenda oleh UNESCO.
“Karena kita perlu sekali generasi. Batik kan sudah masuk ke UNESCO, regenerasinya juga dilihat. Kalau sampai tidak ada, sayang sekali,” katanya.
Baca Juga:
Norbertus Mote Buka Festival Noken Nabire Mewakili Gubernur Papua Tengah
Gita juga mendorong agar pengembangan batik tidak hanya berkutat pada proses menghasilkan motif dan kain, tetapi turut menyentuh aspek inovasi serta lingkungan.
Ia mencontohkan peserta yang memiliki latar belakang bidang pertanian agar dapat memikirkan pemanfaatan limbah dari proses membatik.
“Kalau bisa jangan cuma membatik. Pikirkan bagaimana limbah atau air limbah dari membatik itu bisa menjadi apa. Bisa untuk pertanian atau menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemuda dan masyarakat Kabupaten Nabire Peringati Hari Noken Sedunia
Menurut Gita, kreativitas semacam itu dapat menjadi bagian dari pengembangan potensi generasi muda sehingga mereka tidak hanya menjadi pembatik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi baru yang berkaitan dengan industri batik.
Bupati: Batik Sumedang Harus Punya Identitas Kuat
Sementara itu, Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir menyampaikan apresiasi kepada Galih Dimuntur Kartasasmita yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.