WAHANANEWS.CO, Sumedang - Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang bersama Yayasan Pangeran Sumedang menggelar kegiatan Silaturahmi Program Kemajuan Perwakafan Pangeran Aria Soeria Atmadja di Gedung Srimanganti Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang, Selasa (25/11/2025).
Kegiatan ini digelar dalam rangka mempererat persaudaraan Keturunan Trah Pangeran Sumedang serta mendeklarasikan pelaksanaan program pengelolaan dan pengembangan Aset Wakaf Pangeran Aria Soeria Atmadja.
Baca Juga:
PLN Tasikmalaya Menebar Cahaya Kepedulian melalui Bantuan Sembako dan Santunan Anak Yatim
Program ini berlandaskan SK BWI No. 013/III/2024 BL tanggal 24 Maret 2024 dan Nota Kesepahaman tertanggal 30 Maret 2025 antara Keluarga Besar Keturunan Trah Pangeran Sumedang.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Sumedang, Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumedang, BWI Kabupaten Sumedang, BWI Provinsi Jawa Barat, serta BWI Pusat.
Luky Djohari: Islah Jadi Titik Awal Penguatan Perwakafan
Baca Juga:
Kapolrestabes Medan Silaturahmi dengan Serikat Pekerja dan Buruh, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas
Ketua Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang, Rd. Luky Djohari Soemawilaga, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari amanat SK Badan Wakaf Indonesia mengenai pembentukan tim perdamaian (islah) antara Yayasan Masjid dan Wakaf Pangeran Sumedang dengan Yayasan Pangeran Sumedang.
“Islah ini merupakan keniscayaan. Kami sebagai Nazhir Wakaf Pangeran Aria Soeria Atmadja membuka ruang rekonsiliasi agar menjadi titik awal yang baik. Hari ini kita bicara tentang semangat kebersamaan sebagai kerangka acuan pengelolaan ke depan,” ujarnya.
Luky juga menyoroti momentum penting berupa simbolis pengembalian Gamelan Parakan Salak, yang diwakili keluarga besar Rd. Adipati Arya Soeria Diningrat.