Dr. Irma menjelaskan, 60 peserta tersebut merupakan angkatan kerja yang tersebar di Kabupaten Sumedang.
Program ini menjadi salah satu ikhtiar pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi.
Baca Juga:
Camat Lilis Budiani Dorong UMKM Maju Lewat Pelatihan Tata Boga di Cisarua
“Penekanan angka pengangguran harus diatasi dengan peningkatan kompetensi. Ketika seseorang sudah kompeten, dia bisa bekerja dan menjadi produktif,” katanya.
Selain fasilitasi penempatan kerja di dalam negeri dan kewirausahaan, Disnakertrans juga membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang.
Dalam waktu dekat, akan dilaksanakan seleksi untuk pelatihan bahasa dan budaya Jepang sebagai tahap persiapan penempatan kerja.
Baca Juga:
Program PKW Tahap XIX Platinum 2025 Resmi Ditutup, Cetak Wirausaha Baru Bidang Pastry dan Bakery di Sumedang
Pihaknya juga terus berkolaborasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia guna menghadirkan berbagai program pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah.
“Harapannya, dengan peningkatan kompetensi ini, para peserta memiliki daya saing dan siap bekerja, baik di sektor formal maupun informal,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang, Dr. Hj. Tuti Ruswati, yang membuka kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan berbasis DBHCHT ini.