Sementara itu, Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pentingnya penerapan konsep link and match dalam setiap program pelatihan kerja.
Ia menekankan bahwa pelatihan harus terhubung langsung dengan kebutuhan dunia usaha dan industri sehingga mampu menghasilkan penempatan kerja yang nyata.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri Puncak Peringatan Hari Buruh Internasional 2026
"Kalau melatih barista, maka harus dihubungkan dengan kafe-kafe yang membutuhkan tenaga kerja. Begitu juga pelatihan pengolahan hasil perikanan harus dikaitkan dengan rumah makan, restoran, atau pelaku usaha yang menjadi pasarnya," kata Dony.
Menurutnya, dunia usaha dan industri harus dilibatkan secara aktif sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan pelatihan agar lulusan memiliki peluang kerja yang jelas setelah menyelesaikan program.
Selain membuka peluang kerja, Pemkab Sumedang juga mendorong lahirnya wirausahawan baru.
Baca Juga:
Dinas Tenaga Kerja Sumedang Gelar Evaluasi Pelaksanaan Bantuan Iuran BPJS Ketenagakerjaan dari DBHCHT
Salah satunya melalui kemudahan akses pembiayaan usaha, seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga yang terjangkau.
"Pelatihan harus benar-benar berdaya guna dan berhasil guna. Tujuan akhirnya adalah mengurangi pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Melalui Program Care Beyond Claim, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki keterampilan kerja, terserap di dunia usaha dan industri, maupun mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.