“Kementerian Agama harus menjadi penguat kerukunan umat beragama demi tercapainya Indonesia Maju, sejalan dengan cita-cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), secara bijak.
Baca Juga:
Apel Pagi Terakhir 2025, Kanwil Kemenag Sumbar Perkuat Konsolidasi dan Komitmen ASN
“AI harus menjadi sarana untuk merukunkan umat beragama, bukan malah menjadi pemecah belah. Generasi muda, khususnya di Kabupaten Sumedang, jangan mudah termakan hoaks dan terprovokasi,” tegasnya.
Wakil Bupati optimistis ke depan Kementerian Agama akan semakin efisien dan efektif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif serta harmonis antarumat beragama di Indonesia, khususnya di Kabupaten Sumedang.
Usai pelaksanaan upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara tasyakur dan bakti sosial.
Baca Juga:
Kemenag Sumedang Imbau Peserta Didik Madrasah Manfaatkan Libur Semester Secara Positif
Acara semakin semarak dengan penampilan paduan suara juara dalam rangkaian kegiatan HAB ke-80, tausiah, serta doa bersama.
Selain itu, turut dihadirkan sejumlah stand Expo Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren yang menampilkan berbagai produk unggulan pesantren di Kabupaten Sumedang.
Beberapa pondok pesantren yang berpartisipasi di antaranya Pondok Pesantren Banyu Islam, Nurul Falah Arrahmat, Miftaahul Falaah, Al-Hikamussalafiyyah Tanjungkerta, Cikalama Cimalaka, Daarul Anwar Rancakalong, serta Uluumul Huda Al-Musri’1 Cilembu dan donor darah dari PMI Sumedang.