"Program ini tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga kami integrasikan dengan pelatihan kerja, kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, pendataan anak putus sekolah, hingga akses Kredit Usaha Layak Daerah (Kurda) dengan bunga hanya tiga persen per tahun melalui Bank Sumedang," katanya.
Ia menambahkan, penyaluran Kurda telah mencapai sekitar Rp8 miliar.
Baca Juga:
Perumahan Rakyat Jadi Prioritas, DPR Desak Kementerian PKP Tingkatkan Pengawasan dan Pembiayaan MBR
"Harapannya rumahnya selesai, usahanya berkembang, pendapatannya meningkat, sehingga masyarakat menjadi lebih sejahtera," ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyebut peningkatan alokasi BSPS di Jawa Barat tahun 2026 mencapai sekitar 666 persen, dari sekitar 6.000 unit menjadi 42.508 unit.
Namun demikian, ia mengakui serapan program masih menjadi tantangan.
Baca Juga:
Program BSPS Jawa Tengah Resmi Dimulai, Pemerintah Targetkan 30 Ribu Rumah Layak Huni
"Arahan Pak Menteri jelas, serapan harus dipercepat. Hari Senin kami akan melakukan konsolidasi bersama 27 Sekretaris Daerah dan 27 Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten/kota agar bersama Kepala Balai memastikan target 42.508 unit dapat terserap seluruhnya pada tahun 2026," kata Herman.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]