Tuti menambahkan, Desa Cijeler akan menjadi proyek percontohan sebelum direplikasi ke seluruh wilayah Kecamatan Situraja dalam waktu tiga bulan dan selanjutnya diperluas ke seluruh Kabupaten Sumedang.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Badan Pusat Statistik (BPS), serta berbagai perangkat daerah provinsi yang turut mendukung program tersebut.
Baca Juga:
Lewat Jampe Harupat, Sekda Sumedang Gencarkan Kesadaran Tertib Administrasi Kependudukan
Pada kesempatan itu juga diserahkan bantuan 500 ekor ayam Sentul kepada masyarakat Desa Cijeler sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi.
"Kami berharap sinergi program dari berbagai perangkat daerah, mulai dari sektor pertanian, ketenagakerjaan, perencanaan pembangunan hingga pemberdayaan masyarakat desa dapat difokuskan terlebih dahulu di Desa Cijeler sebelum direplikasi ke seluruh Kabupaten Sumedang," katanya.
Tuti berharap pola intervensi berbasis data tersebut mampu mendorong penurunan angka kemiskinan dan pengangguran secara signifikan di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Sekda Sumedang Hadiri Sosialisasi Program 3 Juta Rumah, Percepatan PBG MBR Ditargetkan Maksimal 3 Jam
Terkait kesiapan digitalisasi, Tuti menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang terus memperkuat kapasitas aparatur dan pemerintah desa dalam pemanfaatan teknologi informasi.
Bahkan pada hari yang sama, Pemkab Sumedang telah melakukan evaluasi terhadap optimalisasi digitalisasi yang diikuti oleh 277 desa dan kelurahan, para camat serta kepala perangkat daerah.
"Digitalisasi merupakan alat atau tools. Yang paling penting adalah komitmen seluruh kepala desa dan penyelenggara pemerintahan dalam mengoptimalkan layanan publik berbasis digital. Kabupaten Sumedang saat ini termasuk daerah yang terdepan secara nasional dalam layanan digital, namun cakupan pemanfaatannya masih perlu terus ditingkatkan," ungkapnya.