“Alhamdulillah, hari ini kami berterima kasih kepada Kepala BPS Sumedang yang telah menerima kami untuk berkoordinasi terkait perkembangan indikator makro di Kabupaten Sumedang. Indikator makro ini merupakan salah satu ukuran kesejahteraan masyarakat yang diukur secara valid oleh BPS,” jelasnya.
Sekda menambahkan, saat ini Pemerintah Kabupaten Sumedang telah memasuki tahapan perencanaan pembangunan tahun 2027, sehingga diperlukan evaluasi mendalam terhadap indikator-indikator makro serta potensi daerah yang dimiliki.
Baca Juga:
324 Peserta Ikuti Seleksi Paskibraka Sumedang 2026, Hanya 56 Orang Akan Terpilih
“Karena sekarang sudah memasuki bulan Februari 2026, proses perencanaan untuk tahun 2027 sudah dimulai. Kita perlu mengevaluasi indikator-indikator makro dan potensi yang ada agar program dan kegiatan yang direncanakan lebih terarah dan jelas,” ujarnya.
Menurutnya, indikator makro seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, kemiskinan, serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah.
“Dengan indikator-indikator tersebut, kita mendapatkan gambaran arah pembangunan Kabupaten Sumedang, sehingga program dan kegiatan yang disusun dapat mendorong Sumedang menjadi lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkas Sekda.
Baca Juga:
Apel Hari OTDA ke-30, Sekda Sumedang Soroti Penguatan Otonomi Daerah
[Redaktur: Ajat Sudrajat]