Selain melakukan pembaruan data Desa Cantik dan sosialisasi pengelolaan sampah, praja IPDN juga terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan lainnya, termasuk membantu warga yang terdampak bencana banjir di wilayah lain melalui kegiatan sosial seperti membersihkan lumpur dari rumah-rumah warga.
Dalam kesempatan tersebut, Halilul Khairi juga menyoroti pentingnya validitas data dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Baca Juga:
Bupati Dony Ahmad Munir Lantik Empat Kepala Desa di Gedung Negara Sumedang
“Permasalahan utama yang sering terjadi dalam pemerintahan adalah data yang tidak selalu diperbarui. Bahkan kadang data hanya ditulis di atas meja, bukan berasal dari kondisi aktual di lapangan. Karena itu kegiatan pendataan yang dilakukan para praja sangat penting,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada IPDN dan para praja yang telah melaksanakan kegiatan pengabdian di Kabupaten Sumedang.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IPDN serta adik-adik praja yang telah melaksanakan Bhakti Karya Praja di Kabupaten Sumedang. Ini adalah kegiatan yang sangat bermakna, bermanfaat, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Hadiri Bazar Ramadhan UMKM 2026, Sediakan Pangan Terjangkau bagi Masyarakat
Menurutnya, kegiatan pendataan yang dilakukan para praja memiliki dampak besar bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan program pembangunan.
“Ketika data disatukan dengan baik dan valid, maka data itu menjadi referensi kami dalam mengambil kebijakan. Dari data itulah kami menyusun program kegiatan, sehingga pembangunan bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, data yang akurat dapat mendorong berbagai perubahan positif di masyarakat, mulai dari peningkatan kualitas rumah menjadi lebih layak huni, perbaikan layanan pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.