Ia mencontohkan fenomena sekolah tertentu yang tetap diminati meskipun biaya pendidikan tinggi, karena adanya kepuasan dan kepercayaan publik terhadap mutu lembaga tersebut.
“Kalau kita menjalankan tugas sesuai standar saja, Insya Allah kita sudah melebihi rekomendasi. Siswa tidak perlu dicari, mereka akan datang sendiri,” katanya.
Baca Juga:
Kemenag Sumedang Resmi Buka KOSM 2026 Tingkat MI, Libatkan 1.932 Peserta
Guru Harus Terus Belajar dan Menjadi Teladan
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh guru dan kepala madrasah di lingkungan LP Ma’arif untuk terus bergerak, bangkit, dan meningkatkan kompetensi.
Menurutnya, guru adalah pembelajar sepanjang hayat, terlebih dalam tradisi NU yang menekankan pentingnya terus mengaji dan menuntut ilmu.
Baca Juga:
Kemenag Sumedang Tunggu Arahan Pusat Soal Pembelajaran dan WFH Guru
“Di era digital, ada satu hal yang tidak bisa didigitalkan, yaitu keteladanan. Memberi contoh, membangun adab, rasa hormat kepada guru, orang tua, dan sesama, itu tidak ada di dunia digital,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa kecerdasan intelektual dapat ditingkatkan melalui pembelajaran, namun pembentukan akhlak mulia hanya bisa dicapai melalui pembiasaan dan keteladanan nyata dari para pendidik.
Tantangan Literasi Al-Qur’an