Dalam kesempatan tersebut, Dr. Dadan juga mengungkapkan data hasil pemantauannya selama tujuh bulan menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah.
Ia menyebutkan masih ditemukannya peserta didik, bahkan sebagian tenaga pendidik, yang belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik.
Baca Juga:
Sumedang Walker Meriahkan HUT ke-22 SMANTISU, Dibuka Langsung Bupati Sumedang
“Di tingkat MI, hampir 40 persen peserta didik belum bisa membaca Al-Qur’an dengan baik. Ini menjadi tugas besar kita bersama. Minimal, bagaimana peserta didik bisa membaca Al-Qur’an sesuai kaidah, dengan benar dan bermakna,” ujarnya.
Pendidikan sebagai Jalan Menuju Peradaban Mulia
Awal sambutannya, Dr. Dadan menegaskan bahwa LP Ma’arif merupakan mitra strategis Kementerian Agama dalam penyelenggaraan pendidikan madrasah, mulai dari RA, MI, MTs hingga MA.
Baca Juga:
Wabup Sumedang Temukan Fasilitas Sekolah Rusak Parah di SMPN 2 Situraja
Ia mengaitkan peran strategis pendidikan Ma’arif dengan visi besar NU dan negara menuju Indonesia Emas 2045 serta peradaban mulia.
“Untuk mencapai peradaban mulia, salah satu kuncinya adalah pendidikan. Ini sejalan dengan program Kementerian Agama dalam Asta Protas, yakni mewujudkan madrasah yang unggul, terintegrasi, ramah anak, serta didukung tata kelola dan digitalisasi yang baik,” pungkasnya.
Ia pun menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus diawali dengan perencanaan yang baik (good planning system), tata kelola yang profesional (good governance system) dan Guru yang baik ( Good Teacher), sebagai fondasi utama bagi kemajuan lembaga pendidikan Ma’arif.