“Mereka didorong untuk berkreasi terkait batik, kemudian didorong oleh Kang Galih Dimuntur Kartasasmita untuk mengembangkan kreasi batik di Kabupaten Sumedang, khususnya pengembangan industri batiknya,” katanya.
Cecep berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan secara maksimal dan menyerap ilmu yang diberikan para pengajar.
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
Dengan demikian, ilmu tersebut dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan membatik di daerah maupun sanggar masing-masing.
Sementara itu, Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia, Dr. H. Komaraudin Kudiya, mengatakan pengembangan batik di suatu daerah harus dibangun dengan memperkuat identitas serta pemahaman masyarakat terhadap batik.
Sebagai praktisi batik yang telah berkecimpung hampir 30 tahun, Komaraudin menyampaikan bahwa para peserta akan mendapatkan pemahaman mengenai berbagai hal terkait batik, termasuk bagaimana membedakan batik dengan produk yang bukan batik.
Baca Juga:
Indonesia Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Perjuangkan Akses Ekspor Fatty Acid ke Uni Eropa
Ia juga menyoroti pentingnya membangun identitas batik Sumedang.
Menurutnya, Sumedang sudah mulai memiliki identitas dan ikon batik yang dapat terus dikembangkan.
“Kita ingin membangun batik Sumedang. Pertama, kita sudah menemukan identitas ikon batiknya. Insya Allah itu akan terus kita lakukan dan dikembangkan,” ungkapnya.