Turut hadir Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia Dr. H. Komaraudin Kudiya, Inisiator Sumedang Ngabatik sekaligus Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Golkar Galih Dimuntur Kartasasmita, serta para peserta pelatihan yang merupakan pengrajin batik dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumedang.
Ketua Pelaksana Pelatihan Membatik sekaligus pengurus Galih Muda Berdaya (GMB) Kabupaten Sumedang, Cecep Yanyan, mengatakan pelatihan tersebut merupakan salah satu dari tiga rangkaian utama Sumedang Ngabatik 2026.
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan pelatihan membatik sebagai rangkaian Sumedang Ngabatik tahun 2026. Ada tiga kegiatan yang kita laksanakan, pertama lomba desain motif batik yang telah dilaksanakan pada 9 sampai 16 Agustus, kemudian pelatihan membatik tanggal 14 sampai 16 Agustus, dan nanti ada lomba membatik yang berlangsung 14 Agustus sampai 13 September 2026,” ujar Cecep.
Menurutnya, pelatihan kali ini diikuti 50 peserta, yang seluruhnya merupakan pengrajin batik di wilayah Kabupaten Sumedang.
Cecep berharap para peserta dapat menyerap seluruh materi yang diberikan para pengajar sehingga mampu meningkatkan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan karya batik.
Baca Juga:
Indonesia Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Perjuangkan Akses Ekspor Fatty Acid ke Uni Eropa
“Setelah mendapatkan pelatihan, mereka didorong untuk berkreasi terkait hasil lomba desain motif batik yang sudah didapatkan. Kemudian mereka juga akan didorong oleh Kang Galih Dimuntur Kartasasmita untuk mengembangkan kreasi batik di Kabupaten Sumedang, khususnya pengembangan industri batiknya,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keseriusan peserta dalam mengikuti pelatihan agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kegiatan membatik di daerah maupun sanggar masing-masing.
Sementara itu, Dewan Pakar Yayasan Batik Indonesia, Dr. H. Komaraudin Kudiya, menilai pengembangan batik di suatu daerah harus dibangun berdasarkan identitas yang kuat, termasuk menggali kekayaan sejarah, budaya, alam dan kearifan lokal.