“Kita akan bekerja sama dengan koperasi yang ada di Kabupaten Sumedang,” katanya.
Ia menambahkan, pihaknya saat ini juga tengah melakukan monitoring dan evaluasi serta identifikasi terhadap berbagai potensi yang dimiliki koperasi di Kabupaten Sumedang, khususnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
Dengan adanya pelatihan, kompetisi desain motif, serta lomba membatik, Sumedang Ngabatik 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem batik Sumedang, mulai dari kreativitas motif, peningkatan kapasitas pengrajin, produksi, hingga pemasaran.
Pada akhirnya, batik Sumedang diharapkan semakin dikenal sebagai produk budaya yang merepresentasikan sejarah, kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal Kabupaten Sumedang sekaligus memiliki daya saing sebagai produk ekonomi kreatif daerah.
Sumedang Ngabatik 2026 Resmi Dibuka, Dorong Penguatan Identitas dan Industri Batik Khas Sumedang
Baca Juga:
Indonesia Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Perjuangkan Akses Ekspor Fatty Acid ke Uni Eropa
SUMEDANG — Kegiatan Pelatihan Membatik dalam rangkaian Sumedang Ngabatik 2026 resmi dibuka pada Jumat (14/8/2026) di Pendopo PPS Sumedang.
Mengusung tema “Sumedang dalam Motif Batik: Sejarah, Budaya, Alam dan Kearifan Lokal”, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kreativitas sekaligus memperkuat industri batik di Kabupaten Sumedang.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi UKM, Perdagangan dan Perindustrian (Diskop UKMPP) Kabupaten Sumedang, H. Ayuh Hidayat.