Galih berhalangan hadir secara langsung karena harus menjalankan tugas yang tidak dapat ditinggalkan.
Galih mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi para peserta, baik mengenai teknik membatik maupun pengembangan karya yang telah mereka miliki.
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
Ia berharap pengembangan batik Sumedang dapat dimulai dari penguatan UMKM, kemudian berkembang menjadi rumah-rumah batik yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan memiliki identitas khas Sumedang.
“Insya Allah nantinya bisa saya bantu untuk dibawa ke seluruh pemerintah negara dan dikenalkan sebagai batik dari Sumedang,” kata Galih.
Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta sehingga semakin banyak pelaku batik yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan industri batik di Kabupaten Sumedang.
Baca Juga:
Indonesia Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Perjuangkan Akses Ekspor Fatty Acid ke Uni Eropa
Sementara itu, Kepala Diskop UKMPP Kabupaten Sumedang, H. Ayuh Hidayat, mengatakan pihaknya berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan desain atau motif batik yang benar-benar mencerminkan ciri khas Sumedang.
“Harapannya kita bisa mempunyai desain atau motif batik yang betul-betul ciri khas Sumedang. Walaupun hari ini kita sudah mempunyai, dengan adanya pelatihan ini tidak menutup kemungkinan bisa menambah koleksi batik khas Sumedang,” ujarnya.
Terkait pemasaran, Ayuh menegaskan pemerintah daerah siap membantu membuka akses pasar bagi produk yang dihasilkan para perajin.