Komaraudin juga mendorong agar batik Sumedang dapat digunakan secara lebih luas, termasuk sebagai bagian dari seragam aparatur sipil negara (ASN).
Menurutnya, perluasan penggunaan batik menjadi salah satu kunci agar industri batik dapat terus hidup dan berkembang.
Baca Juga:
Business Matching Kemendag di Korea Selatan Hasilkan Realisasi Ekspor dan Buka Peluang Transaksi Baru
“Sebagus apa pun, seindah apa pun Ibu membuat batik, tetapi tidak ada yang mau membeli atau memakai, saya yakin dalam dua-tiga bulan akan berhenti lagi,” ujarnya.
Ia berharap pemasaran dan penggunaan batik lokal dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas produksi.
Dengan demikian, para pengrajin tidak hanya mampu menghasilkan motif yang menarik, tetapi juga memiliki pasar yang jelas.
Baca Juga:
Indonesia Raih Kemenangan Parsial di WTO, Pemerintah Perjuangkan Akses Ekspor Fatty Acid ke Uni Eropa
Komaraudin juga menyampaikan rencana untuk melibatkan para perajin batik Sumedang dalam kegiatan batik tingkat Jawa Barat yang akan digelar pada Oktober mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, para perajin akan mendapatkan pembekalan terkait batik, pemasaran, hingga pengembangan bisnis.
Di kesempatan yang sama, Galih Dimuntur Kartasasmita menyampaikan dukungannya terhadap pelatihan tersebut meskipun tidak dapat hadir secara langsung karena tugas yang tidak dapat ditinggalkan.