“Melalui BPBD dan Humas Pemda, informasi prakiraan cuaca dari BMKG kami sampaikan sampai ke tingkat desa. Setiap desa akan diinformasikan apakah hujannya lebat, sedang, atau ringan,” jelasnya.
Informasi tersebut kemudian diminta untuk diteruskan oleh camat kepada pemerintah desa, lalu ke RT dan RW hingga sampai ke masyarakat.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas Bersama Kepala Sekolah SMP se-Kabupaten Sumedang
Bupati juga menekankan pentingnya imbauan langsung kepada warga yang tinggal di wilayah rawan longsor.
“Bagi warga yang tinggal di lereng rawan longsor dan hari itu hujan lebat, kami imbau untuk sementara menghindari lokasi tersebut atau berpindah tempat tinggal guna mencegah terjadinya bencana,” katanya.
Langkah kedua dalam upaya pencegahan, lanjut Bupati, adalah pengecekan langsung ke lapangan oleh BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, dan DLHK, dengan dukungan perangkat kewilayahan.
Baca Juga:
Peletakan Batu Pertama Kantor Satpol PP Kabupaten Sumedang Resmi Dimulai di Kawasan PPS
Pengecekan difokuskan pada peta-peta rawan bencana longsor dan banjir berdasarkan kajian BMKG, BRIN, dan ITB.
“Hasil kajian daerah rawan bencana ini juga akan dibagikan ke masyarakat agar mereka lebih waspada dan bisa menghindari wilayah berisiko,” ucapnya.
Selain itu, akan dilakukan patroli dan pengecekan rutin di jalan-jalan rawan longsor.