Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari monitoring pascabencana yang terjadi pada 11 November lalu.
Dalam laporan itu dijelaskan rincian kondisi terkini:
Baca Juga:
UKGD 2025 FKDT Sumedang Digelar, Tingkatkan Kompetensi Guru Diniyah untuk Santri Berakhlak Mulia
- RW 01: 1 titik longsor, 18 rumah rawan
- RW 03: 2 rumah longsor, 13 rumah rawan
- RW 05: 10 rumah rawan, tanpa kejadian longsor
Baca Juga:
26 Kontingen Kecamatan Meriahkan PENTAS PAI SD Kabupaten Sumedang 2026
- RW 06: 10 rumah rawan, tanpa kejadian longsor
Dalam suratnya, Deni memohon agar BBWS berkenan melakukan penilaian, penataan, serta pemasangan boronjong atau solusi teknis lain guna mengatasi erosi yang semakin mengancam pemukiman warga.
“Ini demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Cipeles,” tegasnya.