Menurutnya, banyak warga sebenarnya sudah tinggal di lokasi itu sejak lama dan memiliki bukti kepemilikan sah.
“Ada pernyataan dari beberapa pihak seolah-olah warga sembarangan membangun rumah di pinggir sungai. Padahal rumah-rumah itu berdiri di atas tanah warisan, lengkap dengan sertifikat. Waktu dulu sungai tidak selebar dan sedekat sekarang. Setelah warga membuat surat pernyataan dan menunjukkan bukti kepemilikan, BBWS pun mengapresiasi,” tuturnya.
Baca Juga:
Kendaraan Dinas Pemda Sumedang Sempat Tertahan di Gerbang PPS, Ini Penjelasannya
Harapan Penanganan Cepat
Lurah Talun berharap agar BBWS dan instansi terkait dapat segera menindaklanjuti permohonan tersebut, mengingat kondisi tanah yang terus tergerus berpotensi menimbulkan longsor susulan.
Dengan intensitas hujan yang tidak stabil, ia menilai mitigasi struktural seperti boronjong dan penataan bantaran sungai sudah menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga:
Bupati Sumedang Buka Musrenbang RKPD 2027, Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif
[Redaktur: Ajat Sudrajat]